Curahan Tenaga Kerja Berdasarkan Gender pada Usahatani Karet dan Kelapa Sawit
DOI:
https://doi.org/10.62951/botani.v2i3.477Keywords:
Farming, Labor, Oil Palm, Rubber, KnowledgeAbstract
Work time is the amount of time determined to carry out a number of routine or ordinary activities carried out inside and outside the household in units of time or hours. Rubber farming and oil palm farming are farming activities that are in great demand in Indonesian society and are important crops as a source of income for farmers. The problem that can be identified in this study is how the outflow of labor based on gender on rubber and oil palm farms in North Amboyo Village, Ngabang Sub-district, Landak Regency. This research was conducted from March 18 to April 18, 2024. The research method in this study is the survey method. The population in this study were all rubber farmers and oil palm farmers in North Amboyo Village, Ngabang District, Landak Regency, totaling 31 rubber farmers and 42 oil palm farmers. The variables of this study consisted of the work time of rubber farmers and oil palm farmers producing which was calculated within one month. The data analysis technique used in this study is the T-Test (Independent Sample T-Test). t test results Sig value. (2-tailed) in the table is 0.000 so it can be said that there is a significant difference between the labor expenditure of rubber farmers and oil palm farmers. There is a significant difference in the comparison of labor expenditure based on gender in rubber and oil palm farming with the test results, namely the value of Sig. (2-tailed) 0.000. This means that of the two research objectives there is a significant difference in the comparison of labor expenditure of rubber farmers and oil palm farmers, as well as the comparison of labor expenditure based on gender in North Amboyo Village, Ngabang District, Landak Regency.
Keywords: Farming, Labor, Oil Palm, Rubber.
Abstrak. Curahan waktu kerja adalah jumlah waktu yang ditentukan untuk melakukan sejumlah kegiatan rutin atau biasa dilakukan di dalam dan luar rumah tangga dalam satuan waktu atau jam. Usahatani karet dan kelapa sawit merupakan kegiatan yang banyak diminati masyarakat Indonesia dan merupakan tanaman penting sebagai sumber penghasilan bagi petani. Permasalahan yang diidentifikasi pada penelitian ini yaitu bagaimana curahan tenaga kerja berdasarkan gender pada usahatani karet dan kelapa sawit di Desa Amboyo Utara Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan 18 Maret–18 April 2024. Metode dalam penelitian ini adalah metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani karet dan petani kelapa sawit yang berada di Desa Amboyo Utara Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak sebanyak 31 petani karet dan 42 petani kelapa sawit. Variabel penelitian terdiri dari curahan waktu kerja petani karet dan petani kelapa sawit menghasilkan yang dihitung dalam kurun waktu satu bulan. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah Uji-T (Independent Sample T-Test). Hasil uji t nilai Sig. (2-tailed) pada tabel yaitu 0.000 sehingga bisa dikatakan terdapat perbedaan yang signifikan antara curahan tenaga kerja petani karet dan petani kelapa sawit. Perbedaan yang signifikan pada perbandingan curahan tenaga kerja berdasarkan gender pada usahatani karet dan kelapa sawit dengan hasil uji yaitu nilai Sig. (2-tailed) 0.000. Artinya dari dua tujuan penelitian tersebut terdapat perbedaan yang signifikan pada perbandingan curahan tenaga kerja petani karet dan petani kelapa sawit, serta perbandingan curahan tenaga kerja berdasarkan gender di Desa Amboyo Utara Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak.
References
Adiwilaga, A. (1992). Ilmu usaha tani (Cetakan ke-3). Penerbit Alumni.
Dewi Meitasari, A. A. (2021). Curahan waktu kerja , motivasi bekerja, dan kontribusi pendapatan tenaga kerja wanita di perkebunan kelapa sawit PT Agronusa Investama Kumpai Wilmar Group. Jurnal Agrifitia, 1(1).
Ginting, J. (1980). Bercocok tanam agronomi dan manajemennya. Lembaga Pupuk Indonesia.
Haryadi, D. S. (2016). Budidaya tanaman perkebunan utama. Universitas Terbuka.
Hernanto. (2004). Ilmu usahatani. Penebar Swadaya.
Mahlidin, H., Baruwadi, F. H., Akib, Y., & Saleh, Y. (2019). Alokasi waktu kerja (aspek model ekonomi rumah tangga petani jagung). UNG Press.
Maradou, R. D., Sendow, M. M., & Wangke, W. M. (2019). Curahan waktu kerja wanita dalam keluarga petani wortel di Kelurahan Rurukan Kecamatan Tomohon Timur Kota Tomohon. Agri-Sosioekonomi Unsrat, 15(2), 261–268. https://doi.org/10.35791/agrsosek.15.2.2019.24428
Mubyarto, et al. (2004). Tanah dan tenaga kerja perkebunan: Kajian sosial ekonomi. Aditya Media.
Nazir, M. (2014). Metode penelitian. Ghalia Indonesia.
Nugraheni, A. R. (2017). Pembagian kerja dan curahan waktu kerja wanita dalam rumah tangga petani karet di Desa Karang Agung dan Sumber Mulya Kecamatan Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan. Student UNY, 2, 589–603.
Pahan, I. (2010). Panduan lengkap kelapa sawit: Manajemen agribisnis dari hulu hingga hilir. Penebar Swadaya.
Siradjuddin, I. (2016). Analisis serapan tenaga kerja dan pendapatan petani kelapa sawit di Kabupaten Pelalawan. Jurnal Agroteknologi, 6(2), 1–8. https://doi.org/10.24014/ja.v6i2.2234
Siregar, S., & Syofian. (2013). Metode penelitian kuantitatif. PT Fajar Interpratama Mandiri.
Soekartawi. (2005). Agribisnis: Teori dan aplikasinya. Raja Grafindo Persada.
Statistik Karet Indonesia 2022. (2023). Badan Pusat Statistik Indonesia.
Sugiarto, M., Nur, S., & Djatmiko, O. E. (2017). Optimalisasi curahan waktu kerja dan penambahan skala usaha perbibitan sapi PO Kebumen. Prosiding Seminar Nasional dan Call for Papers, 935–941.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kombinasi. Alfabeta.
Suhariyanto. (2019). Statistik karet Indonesia. Badan Pusat Statistik.
Suprianto, E., Cahrial, H. N., & Nur, S. (2019). Faktor-faktor pendorong alih fungsi lahan sawah (Driving factors of transfer function wetland). Agristan, 1(1), 12–30. http://jurnal.unsil.ac.id/index.php/agristan/article/view/1364
Suryanawati. (2011). Analisis alokasi tenaga kerja kepala keluarga sebagai tenaga harian lepas pada perkebunan kelapa sawit di PTP Mitra Ogan dan usahatani karet di Kecamatan Lubuk Batang Kabupaten Ogan Komering Ulu. Jurnal Agripita.
Sutopo. (2012). Peranan perkebunan kelapa sawit terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Bengkalis. Repository Universitas Riau. http://repository.unri.ac.id/xmlui/bitstream/handle/123456789/2111/jurnal%20sutopo.pdf
Suyanto, R. (1994). Kelapa sawit: Upaya meningkatkan produktivitas. Kanisius.
Vedemecum. (2000). Budidaya kelapa sawit. Perusahaan Terbatas Nusantara V.
Yusmaniar, D. I. (2015). Curahan waktu kerja dan pengambilan keputusan wanita dalam keluarga petani kelapa sawit pola swadaya di Desa Pantai Cermin Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Jurnal Online Mahasiswa.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Botani : Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



