Adaptasi Usahatani Tradisional pada Lahan Gambut di Kota Pontianak

Authors

  • Alda Rajwana Universitas Tanjungpura
  • Jajad Sudrajat Universitas Tanjungpura
  • Wanti Fitriati Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.62951/botani.v3i1.473

Keywords:

Environmental Sustainability, Local Wisdom, Management Adaptation, Peatland, Traditional Farming

Abstract

Peat characteristics include low fertility, high acidity, and poor drainage because it comes from the weathering of organic matter under anaerobic conditions. However, peat has environmental benefits such as absorbing carbon, water buffers, and providing habitat for various unique flora and fauna. The use of peat as agricultural land is widely used by farmers in Pontianak City because it has a very large peatland area with a traditional agricultural system. However, traditional farming will have local knowledge (local wisdom) as a way to minimize damage to the peat ecosystem as an adaptation effort. This study aims to examine the adaptation of peatland management in traditional farming in Pontianak City. The method used in this study is qualitative descriptive and multiple linear regression analysis. The number of research samples was 68 farmers. The results of the study showed that traditional farmers have paid attention to the sustainability of their farming to minimize environmental damage. The results of the study showed that the adaptations carried out were making wells to maintain water availability, using short-lived vegetables that require shallow drainage of 20-30 cm and are adaptive to peat, providing intensive shade, planting trees on empty land, cleaning intensive irrigation, providing ameliorant ash, lime, chicken manure intensively, and arranging planting patterns with diversification. The determining factors for peatland management adaptation include age, land area, length of farming, participation of fire-conscious communities, and intensity of participation in outreach.

References

Agung, N. (2022). Pertanian lahan gambut: Prospek untuk dikembangkan. Universitas Gadjah Mada.

Anesa, D., Qurniati, R., Fitriana, Y. R., & Banuwa, I. S. (2022). Budaya dan kearifan lokal dalam pengelolaan lahan dengan pola agroforestri di Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Batutegi Provinsi Lampung. Jurnal Hutan Tropis, 6(1), 26–37. https://doi.org/10.32522/ujht.v6i1.5840

Choirunnisa, A., & Suminarti, N. E. (2024). Dampak penggunaan naungan paranet pada pembentukan lingkungan mikro, pertumbuhan, dan hasil tiga varietas tanaman kubis bunga (Brassica oleracea var. botrytis L.) di lahan kering. Produksi Tanaman, 12(3), 184–197. https://doi.org/10.21776/ub.protan.2024.012.03.06

Girkin, N. T., Burgess, P. J., Cole, L., Cooper, H. V., Coronado, E. H., Davidson, S. J., Hannam, J., Harris, J., Holman, I., McCloskey, C. S., McKeown, M. M., Milner, A. M., Page, S., Smith, J., & Young, D. (2023). The three-peat challenge: Business as usual, responsible agriculture, and conservation and restoration as management trajectories in global peatlands. Carbon Management, 14(1), 1–14. https://doi.org/10.1080/17583004.2023.2275578

Haris. (2021). Peran petani dalam pengelolaan air irigasi di Desa Ollot Kecamatan Bolangitang Barat Kabupaten Bolang Mongondow Utara. Agrirud, 7(11), 14–25.

Harsono, S. S. (2020). Mitigation and adaptation of peatland through sustainable agricultural approaches in Indonesia: A review. Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment, 4(1), 6–12. https://doi.org/10.29165/ajarcde.v4i1.30

Ilham, F., Prasetyo, T. B., & Prima, S. (2019). Pengaruh pemberian dolomit terhadap beberapa sifat kimia tanah gambut serta pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum L.). Jurnal Solum, 16(1), 29–39. https://doi.org/10.25077/jsolum.16.1.29-39.2019

Istiqomah, I., & Serdani, A. D. (2018). Pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica juncea L. var. Tosaka) pada pemupukan organik, anorganik, dan kombinasinya. Agroradix: Jurnal Ilmu Pertanian, 1(2), 1–8.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2017). KLHK lakukan berbagai upaya mencegah kebakaran gambut. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2022). Model pengelolaan lahan gambut berkelanjutan pada lanskap Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) SMPEI-GEF 5 sebagai upaya mendorong capaian SDGs di Indonesia (H. Gunawan & D. H. Akbar, Eds.; Cetakan 1). Direktorat Pengendalian Kerusakan Ekosistem Gambut.

Latif, A., Ilsan, M., & Rosada, I. (2022). Hubungan peran penyuluh pertanian terhadap produktivitas petani padi. Wiratani: Jurnal Ilmiah Agribisnis, 5(1), 11–21. https://doi.org/10.33096/wiratani.v5i1.91

Nurida, N. L., & Wihardjaka, A. (2014). Pengelolaan berkelanjutan lahan gambut terdegradasi. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian.

Nurjanah, E., Sumardi, S., & Prasetyo, P. (2020). Pemberian pupuk kandang sebagai pembenahan tanah untuk pertumbuhan dan hasil melon (Cucumis melo L.) di Ultisol. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 22(1), 23–30. https://doi.org/10.31186/jipi.22.1.23-30

Pangaribuan, N. (2018). Pengelolaan lahan gambut berkelanjutan dengan budidaya tanaman pangan dan sayuran. Dalam Peran matematika, sains, dan teknologi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) (Vol. 10, p. 346).

Pantie, F. A. S. (2017). Pengaruh pemberian pupuk kotoran ayam dan urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun pada tanah gambut pedalaman. Jurnal Daun, 4(1), 29–37.

Permatasari, A. N. (2021). Beberapa sifat kimia tanah gambut pada kebun kelapa sawit rakyat di Desa Rasau Jaya II Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Agritech, 23(2), 199–207.

Pertiwi, N., Tsusaka, T. W., Sasaki, N., & Gunawan, E. (2021). Peatland conservation strategies and carbon pricing possibilities for climate change mitigation in Indonesia: A review. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 892(1), 1–9. https://doi.org/10.1088/1755-1315/892/1/012061

Putra, I. A. (2015). Pemanfaatan abu serbuk gergaji dan pupuk guano terhadap pertumbuhan dan produksi cabai (Capsicum annuum L.) di lahan gambut. Jurnal JOM Faperta, 2(2), 1–12.

Qadri, U., Zulianto, D., & Awaluddin, M. (2021). Upaya penanggulangan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Kota Pontianak. Jurnal Penelitian Sosial dan Politik, 10(2), 112–121.

Santoso, I. B. (2024). 1.000 hektare lahan gambut di Pontianak jadi kawasan produktif.

Saputra, W. (2017). Peran kelompok tani dan masyarakat peduli api (MPA) dalam mengelola dan mencegah kebakaran lahan di Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis. Jurnal Agribisnis, 19(1), 57–71.

Saragih, M. I. (2019). Aplikasi biochar dan pupuk kandang sebagai amelioran dan SP-36 terhadap peningkatan P-tersedia, serapan P, dan pertumbuhan jagung (Zea mays L.) di tanah Ultisol. Jurnal Online Agroteknologi, 7, 532–541. https://doi.org/10.32734/jaet

Shafira, R. (2024). Pengelolaan lahan gambut. Jurnal Pengelolaan Sumber Daya Alam, 3, 1–3.

Sulfiana, S., & Ibrahim, H. (2022). Pemberdayaan pengelola irigasi air tanah dangkal sebagai penunjang kegiatan agribisnis. Tarjih Agriculture System Journal, 80–94.

Suryanto, M., & Hidayat, L. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam adaptasi perubahan iklim. Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, 4(2), 121–135. https://doi.org/10.20886/jppdas.2020.4.2.121-136

Triadi, B., & Simanungkalit, P. (2018). Monitoring dan upaya mengendalikan muka air tanah pada perkebunan di lahan rawa gambut di Indonesia. Jurnal Teknik Hidraulik, 9(1), 53–68. https://doi.org/10.32679/jth.v9i1.475

Uddin, M. N., Bokelmann, W., & Entsminger, J. S. (2014). Factors affecting farmers’ adaptation strategies to environmental degradation and climate change effects: A farm-level study in Bangladesh. Climate, 2(4), 223–241. https://doi.org/10.3390/cli2040223

Umami, M. (2021). Pentingnya agroforestri berbasis paludikultur di lahan gambut. WRI Indonesia.

Waldi, R. D., Saharjo, B. H., & Albar, I. (2019). Pengaruh faktor internal dan eksternal petani terhadap pencegahan kebakaran lahan gambut. Jurnal Silvikultur Tropika, 10(2), 83–88.

Yuniar, M. (2021). Respon pertumbuhan dan hasil tanaman kailan terhadap pemberian kapur dolomit dan pupuk bokashi kotoran sapi di tanah gambut. Jurnal EnviroScienteae, 17(3), 116–126.

Yunita Purnama Sari, H., & Fitriani, A. (2019). Pengaruh pemberian jenis amelioran terhadap pertumbuhan dan produksi bayam (Amaranthus tricolor L.) pada tanah gambut. Jurnal Daun, 6(2), 160–171.

Yuwati, T. W. (2021). Budidaya sayuran di lahan gambut (A. Kurnain, Ed.; Cetakan 1). IPB Press.

Downloads

Published

2026-01-27

How to Cite

Alda Rajwana, Jajad Sudrajat, & Wanti Fitriati. (2026). Adaptasi Usahatani Tradisional pada Lahan Gambut di Kota Pontianak. Botani : Publikasi Ilmu Tanaman Dan Agribisnis, 3(1), 47–63. https://doi.org/10.62951/botani.v3i1.473

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.