Kelembagaan Non-Formal (Kelompok Tani Bina Satu) dalam Masyarakat Petani Tomat di Desa Parabubu, Kecamatan Mego
DOI:
https://doi.org/10.62951/mikroba.v2i3.536Keywords:
Farmer Groups, Mego, Non-Formal Institutions, Parabubu Village, Tomato FarmersAbstract
Non-formal institutions, such as farmer groups, play a strategic role in increasing farmer capacity and strengthening agricultural production systems at the village level. This study aims to analyze the role, function, and institutional dynamics of the Bina Satu Farmer Group in supporting tomato farmers in Parabubu Village, Mego District. A descriptive qualitative approach was used, with data collection techniques including observation, in-depth interviews, and documentation. The results indicate that the Bina Satu Farmer Group serves as a learning platform, a collaborative unit, and a liaison between farmers and external institutions. This institution functions in disseminating information on tomato cultivation technology, strengthening access to production inputs, and enhancing farmers' bargaining power in marketing. However, several weaknesses were identified, such as low member participation in routine meetings and limited managerial skills among administrators. Overall, the existence of this farmer group has significantly contributed to increasing the knowledge, productivity, and independence of tomato farmers in Parabubu Village.
References
Abdullah, S. (2020). Peran kelembagaan pertanian dalam meningkatkan produktivitas petani di pedesaan. Jurnal Penyuluhan Pertanian, 15(2), 120–130.
Bunga, M., & Lede, Y. (2019). Analisis fungsi kelompok tani dalam penguatan sosial ekonomi masyarakat desa. Jurnal Agribisnis Nusantara, 8(1), 45–55.
Damanik, R. (2018). Peran kelompok tani dalam peningkatan kualitas budidaya hortikultura. Jurnal Agronomi Lokal, 4(2), 77–86.
Ernawati, L. (2021). Kelembagaan non-formal sebagai penggerak pembangunan masyarakat desa. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 9(1), 22–33.
Hendrik, Y. (2021). Kelembagaan non-formal dalam pemberdayaan petani hortikultura. Jurnal Sosial dan Ekonomi Pertanian, 12(3), 211–220.
Joko, P. (2019). Peran kepemimpinan dalam efektivitas organisasi kelompok tani. Jurnal Manajemen Pertanian, 5(1), 14–25.
Kurniawati, A., & Nurhayati, S. (2020). Dinamika kelompok tani dalam meningkatkan kapasitas petani. Jurnal Pengembangan Agribisnis, 7(3), 188–197.
Maria, S., & Ratu, P. (2022). Dinamika organisasi kelompok tani dalam meningkatkan kerja sama dan produktivitas. Jurnal Pembangunan Perdesaan, 9(4), 301–310.
Nurlina, A. (2018). Peran kepemimpinan kelompok tani terhadap efektivitas usaha tani di pedesaan. Jurnal Kepemimpinan dan Pemberdayaan Desa, 5(2), 77–86.
Rahmawati, D. (2020). Penyuluhan pertanian dalam mendukung penguatan kelompok tani. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 11(2), 134–145.
Raton, D. (2023). Pemberdayaan petani melalui kelompok tani: Studi kasus di wilayah Nusa Tenggara Timur. Jurnal Agrikultura Indonesia, 14(1), 55–67.
Sari, M. (2021). Pengaruh kelembagaan pertanian terhadap peningkatan pendapatan petani sayuran. Jurnal Ekonomi & Agribisnis, 15(3), 251–260.
Sibaru, L. (2020). Hubungan kelembagaan pertanian dan peningkatan pendapatan petani. Jurnal Ekonomi Pertanian, 10(2), 89–98.
Widiastuti, A., & Setiawan, R. (2018). Peran kelompok tani dalam penyebaran inovasi teknologi pertanian. Jurnal Inovasi Pertanian, 6(1), 33–41.
Yuliana, P. (2019). Penguatan sosial melalui kelembagaan non-formal petani. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Desa, 4(2), 145–156.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mikroba : Jurnal Ilmu Tanaman, Sains Dan Teknologi Pertanian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



