Peran Suatu Pengaruh Uji Organoleptik Dalam Cokelat Tempe Sebagai Diversifikasi Pangan

Authors

  • Dina Febriyana Putri -
  • Rahma Dita Indriani

Keywords:

Uji Organoleptik, Cokelat

Abstract

Tempe merupakan produk pangan khas Indonesia yang terbuat dari kedelai dan diolah melalui proses peragian atau fermentasi jamur Rhizopus oligosporus. Tempe mengandung nilai gizi yang cukup tinggi, setiap 100 g tempe mengandung protein 20,8 g; lemak 8,8 g; serat 1,4 g; kalsium 155 mg; fosfor 326 mg; zat besi 4 mg; vitamin B1 0,19 mg; dan karoten 34 μg yang telah terbukti secara ilmiah bermanfaat bagi kesehatan, sehingga sangat dianjurkan untuk di konsumsi dalam rangka pemenuhan gizi setiap individu. Tempe memiliki umur simpan yang pendek dan cepat busuk selama penyimpanan. Hal ini disebabkan berlanjutnya proses fermentasi, yang menyebabkan protein terurai lebih lanjut, membentuk amonia. Amonia yang terbentuk menyebabkan bau yang tidak sedap. Oleh karena itu, tempe harus diproses lebih lanjut untuk menciptakan nilai tambahnya dengan membuat turunan tempe untuk memperpanjang umur simpannya. Alternatifnya adalah dengan membuat tempe coklat

Downloads

Published

2023-09-03

How to Cite

Dina Febriyana Putri, & Rahma Dita Indriani. (2023). Peran Suatu Pengaruh Uji Organoleptik Dalam Cokelat Tempe Sebagai Diversifikasi Pangan. Mikroba : Jurnal Ilmu Tanaman, Sains Dan Teknologi Pertanian, 1(1), 30–35. Retrieved from https://journal.asritani.or.id/index.php/Mikroba/article/view/26