Manajemen Bahan Baku dan Produktivitas Produksi Pempek Ikan Tenggiri pada Usaha Evi Tenggiri Pulau Baai Kota Bengkulu

Authors

  • Indra Lesmana Saputra Universitas Dehasen Bengkulu
  • Herri Fariadi Universitas Dehasen Bengkulu
  • Ana Nurmalia Universitas Dehasen Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.62951/flora.v3i2.597

Keywords:

Micro Enterprise, Production Productivity, Raw Material Management, Spanish Mackerel Fish, Spanish Mackerel Fish Pempek

Abstract

Evi Tenggiri business in Pulau Baai, Bengkulu City is a Spanish mackerel fish pempek processing business that faces challenges in raw material management, especially related to fluctuations in fish availability and quality and the efficiency of production input use. This study aims to analyze raw material management and production productivity at Evi Tenggiri Business. The research was carried out in January 2026 at TPI Pulau Baai, Sumber Jaya Village, Bengkulu City, using quantitative methods and a descriptive approach through observation, interviews, and the distribution of questionnaires to the business owner. The results of the study show that raw material management has been carried out systematically through stages of needs planning, procurement from fishermen and local traders, storage using freezers at temperatures ≤ –18°C for fish and dry rooms for tapioca flour, and routine quality control. Productivity analysis shows that the productivity of minced fish raw material is 3.65 kg pempek/kg fish (high category), tapioca flour productivity is 2.20/kg pempek/kg tapioca (medium category), and labor productivity is 858.33 kg/employee/month or 33.01 kg/employee/day. Overall, structured raw material management contributes positively to increased production productivity at Evi Tenggiri Business.

References

Adiwijaya. (2014). Studi finansial usaha budidaya ikan lele sistem kolam terpal (Skripsi). Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan.

Afiyah, N. N., Solihin, I., & Lubis, E. (2019). The effect of distribution chain on the quality of tuna mackerel (Euthynus sp.) from PPP Blanakan to consumer area. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 14(2), 225–237. https://doi.org/10.15578/jsekp.v14i2.7467

Ahyari. (2017). Pola pengembangan agroindustri yang berdaya saing (Studi kasus Kabupaten Malang). Agromedia Pustaka.

Alfarisi, N., Prasmoro, A. V., Suminar, R., & Dharmayanti, I. (2023). Analisis pengendalian bahan baku tepung tapioka dengan menggunakan metode economic order quantity (EOQ): Studi kasus pada Pabrik Kerupuk Risma. Journal of Engineering Environment Energy and Science, 2(2), 99–110. https://doi.org/10.31599/9n7qxy51

Anggraini, P. N., Harianto, K., & Sutapa, H. (2025). Implementation of safety stock in cracker inventory control at PT Merpati Mas Nusantara 2022–2025 in Kabupaten Kediri. Neraca Manajemen, Ekonomi, 19(10), 1–11. https://doi.org/10.8734/mnmae.v1i2.359

Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu. (2023). Statistik pendaratan ikan tradisional (6th ed.). Badan Pusat Statistik.

Daryono, & Maryanto. (2018). Kelayakan usahatani melon di Kota Bengkulu (Skripsi). Universitas Bengkulu, Bengkulu.

Fatah, N. (1994). Evaluasi proyek finansial pada proyek mikro. CV. Asona.

Gratio, P. (2013). Pendapatan dan faktor produksi jagung: Studi kasus pada usaha tani jagung di Pedukuhan Sawah, Monggol, Saptosari, Gunungkidul. Jurnal Universitas Atma Jaya.

Hadiwia Kusuma. (2023). Studi kelayakan usaha Tempe Silvia (Skripsi). Universitas Dehasen, Bengkulu.

Haming, M., & Basamalah, S. (2003). Studi kelayakan investasi: Proyek dan bisnis. Agro Media Pustaka.

Husaini, G. (2016). Analisis kelayakan usahatani melon di Desa Bugel Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo (Doctoral dissertation). Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta.

Husnan, S., & Suwarsono. (2000). Studi kelayakan proyek (4th ed.). Akademi Manajemen Perusahaan.

Ibrahim, M. Y. (2003). Studi kelayakan bisnis. Rineka Cipta.

Kasmir, & Jakfar. (2012). Studi kelayakan bisnis (Edisi revisi). Kencana.

Ken. (2015). Ilmu usahatani (Edisi revisi). Penebar Swadaya.

Kholis, K., et al. (2021). Analisis kelayakan usahatani melon di Kota Bengkulu. Buletin Agritek.

Lase, J. B., Zai, K. S., & Lase, N. K. (2022). Penerapan sistem just in time (JIT) dalam perencanaan dan pengendalian manajemen persediaan bahan baku material di CV Utama. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 10(4), 1234–1238.

Mogbojur, A. O., Olanrewaju, O. A., & Ogunleye, T. O. (2022). Evaluation of inventory management practice in food processing industries in Lagos: Analytical hierarchy process approach. Nigerian Journal of Technology, 41(2), 236–246. https://doi.org/10.4314/njt.v41i2.5

Muksin, M. (2023). Economic order quantity (EOQ) application to raw material inventory control for SMEs. Community Services Journal (CSJ), 5(2), 88–98. https://doi.org/10.22225/csj.5.2.2023.88-98

Nuraeni, N., & Santoso, B. (2024). Peranan manajemen persediaan bahan baku terhadap penjadwalan produksi PT XYZ. Jurbisman, 2(2), 379–394.

Nurpanjawi, L., et al. (2020). Kelayakan usahatani melon di Desa Kasreman, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Prosiding Seminar Nasional Pertanian Peternakan Terpadu, 4(3).

Obisi, V., & Chozin, M. (2022). Penampilan sepuluh varietas melon di lahan pesisir. Prosiding Seminar Nasional Pertanian Pesisir, 1(1).

Rangkuti. (2004). Business plan: Teknis membuat perencanaan bisnis dan analisis kasus (Cetakan ke-3). PT Gramedia Pustaka Utama.

Rodiah, D., & Yunita. (2022). Peramalan produksi pempek dengan metode moving average dan exponential smoothing. Jurnal Informatika dan Rekayasa Komputer (Jakakom), 1(2), 131–140. https://doi.org/10.33998/jakakom.2022.2.1.48

Roza, et al. (2015). Analisis usahatani nanas di Desa Kuala Nanas Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis.

Septiana, U. F., & Sukarno, I. (2020). Safety stock analysis of ship fuel in shipping company (Case study: White Oil Ship PT Pertamina [Persero]). IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 847(1), Article 012021. https://doi.org/10.1088/1757-899X/847/1/012021

Sitty. (2013). Analisis usahatani nanas (Ananas comosus [L.] Merr.) di Desa Siabal-Abal II Kecamatan Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara (Skripsi). Fakultas Pertanian, Universitas Medan Area, Sumatera Utara.

Sochib. (2018). Buku ajar pengantar akuntansi. Deepublish.

Soekartawi. (2006). Prinsip dasar ekonomi pertanian: Teori dan aplikasi (Cetakan ke-3). RajaGrafindo Persada.

Soekartawi. (2013). Agribisnis: Teori dan aplikasinya. Rajawali Press.

Sofyan, I. (2004). Studi kelayakan bisnis (Edisi pertama). Graha Ilmu.

Sugiyono. (2014). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suratiyah. (2015). Ilmu usahatani (Edisi revisi). Penebar Swadaya.

Swastha, B., & Sukotjo, I. (1995). Pengantar bisnis modern. Liberty.

Tangke, U. (2012). Analisis hubungan faktor oseanografi dengan hasil tangkapan ikan tenggiri (Scomberomorus spp.). Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan (Agrikan), 5(2), 1–11. https://doi.org/10.29239/j.agrikan.5.2.1-11

Umar, H. (2003). Studi kelayakan bisnis: Teknik menganalisis kelayakan rencana bisnis secara komprehensif (Edisi ke-2). Gramedia Pustaka Utama.

Widyantara. (2018). Analisis usahatani nanas (Ananas comosus [L.] Merr.) di Desa Siabal-Abal II Kecamatan Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara (Skripsi). Fakultas Pertanian, Universitas Medan Area, Sumatera Utara.

Winarjo. (2013). Kelayakan usahatani. Gramedia Pustaka Utama.

Zaenuddin. (2015). Metode penelitian hukum. Sinar Grafika.

Downloads

Published

2026-06-18

How to Cite

Indra Lesmana Saputra, Herri Fariadi, & Ana Nurmalia. (2026). Manajemen Bahan Baku dan Produktivitas Produksi Pempek Ikan Tenggiri pada Usaha Evi Tenggiri Pulau Baai Kota Bengkulu. Flora : Jurnal Kajian Ilmu Pertanian Dan Perkebunan, 3(2), 12–34. https://doi.org/10.62951/flora.v3i2.597

Similar Articles

<< < 1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.